Nim : E2A019344
Prodi : Manajemen
"Universitas Muhammadiyah Semarang"
Apa itu Ta'aruf ?
Taaruf adalah sebuah proses perkenalan. Jadi taaruf bukanlah suatu proses menuju ke arah pernikahan, namun taaruf bisa dilakukan di kantor, sekolah, atau dalam komunitas. Tapi banyak orang sudah menganggap bahwa taaruf adalah sebuah proses menuju ke arah pernikahan, dan sebelum melakukan pernikahan ada baiknya untuk melakukan kegiatan taaruf atau perkenalan untuk calon pasangan. Harapannya agar ditemukan kecocokan antar calon pasangan untuk membangun kehidupan berumah tangga nantinya. Di dalam proses perkenalan tersebut tetap dibatasi oleh kaidah-kaidah yang ada dalam agama Islam.
Perintah taaruf terdapat dalam Al Quran, yaitu firman Allah dalam (Q.S. Al Hujarat: 13). Sedangkan pacaran tidak diperintahkan dalam Al Quran, melainkan dilarang dalam agama Islam karena dapat berdampak buruk dan melanggar norma-norma yang ada.
Taaruf memiliki banyak batasan-batasan yang diatur dalam Al Quran dan Hadist, kaidah tersebut sudah ditetapkan dalam agama, jadi tidak dapat dirubah maupun dilanggar. Berbeda dengan pacaran yang tidak memiliki aturan yang tegas dalam mengatur kegiatan pacaran. Dalam pacaran aturan ditetapkan sendiri atau tergantung dari pelaku pacaran tersebut.
Kebanyakan Remaja pada era saat ini lebih suka mendengar kata ta'aruf karena memiliki arti sebuah proses menuju ke pernikanan. Itu membuat kalangan para remaja sering baper dengan kata taaruf. Taaruf juga sudah dianggap jalan yang sakral atau suci untuk mewujudkan sebuah proses menuju pernikahan yang sesuai dengan syariat agama yang telah ada. Jadi untuk kalian sekarang ini, pasti sudah tahukan mana yang lebih baik untuk diri kalian sendiri, ingat sampai salah pilih.
Remaja zaman now berbeda. Banyak yang sudah mengenal istilah khazanah islam termasuk istilah seputar pergaulan laki-laki dan perempuan. Mereka sudah mengenal istilah taaruf, khitbah dan nikah. Ada remaja yang tidak mau berpacaran. Mereka ingin bertaaruf saja karena belum siap menikah. Masih sekolah jadi salah satu alasan. Bila sudah begini, apakah mereka harus memaksakan diri untuk bertaaruf? Nah, disinilah pentingnya remaja memahami aturan pergaulan islam.
Agar remaja tidak terjebak ngobrol taaruf padahal belum siap menikah, alangkah baiknya remaja menyibukkan diri dengan mengkaji islam. Dengan bekal ilmu islam, remaja akan paham hukum syara, termasuk seputar pergaulan laki-laki dan perempuan.
Berikut Proses Ta'aruf :
1. Membuat Proposal
Proposal
ini berisikan cerita mengenai diri sendiri, prinsip hidup yang
dijalankan, kriteria apa yang dibutuhkan dari pasangan, dan hal lainnya.
Nantinya, proposal ini ditukarkan dengan orang yang ingin berta’aruf
juga.
2. Mencari calon pasangan dan bertemu lewat mediator
Mencari
pasangan dapat dilakukan lewat saudara, teman, ataupun keluarga, atau
biro jodoh di masjid. Nantinya, mereka juga yang akan menjadi mediator
saat kedua belah pihak bertemu.
Saat
bertemu, kedua pihak sebaiknya bertanya berbagai macam hal untuk
mengetahui pribadi masing-masing. Seperti apakah bisa memasak? Pekerjaan
saat ini apa? Atau ingin tinggal di mana nantinya setelah menikah?
Hal tersebut diperlukan agar kedua bisa memutuskan untuk melanjutkan ta’aruf atau tidak.
3. Salat istikharah
Setelah
bertemu, keduanya dianjurkan untuk shalat istikharah agar tidak ada
keraguan. Berdoa sekhusyuknya saat salat istikharah untuk mendapatkan
petunjuk dari Allah.
Jika setelah salat istikharah keduanya mantap dan tidak ada keraguan, maka ta’aruf bisa dilanjutkan.
4. Khitbah atau peminangan
Sebelum
menikah, pihak laki-laki baiknya meminang pihak perempuan terlebih
dahulu. Acara peminangan ini tidak perlu diadakan secara meriah.
Secara bahasa ta’aruf bisa bermakna ‘berkenalan’ atau ‘saling mengenal’. Asalnya berasal dari akar kata ta’aarafa. Seperti ini sudah ada dalam Al-Qur’an. Simak saja firman Allah (yang artinya),
“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu) …” (QS. Al Hujurat: 13).
Bro and sis, klik link lengkapnya yah di sini:
https://remajaislam.com/414-apa-itu-taaruf.html
“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu) …” (QS. Al Hujurat: 13).
Bro and sis, klik link lengkapnya yah di sini:
https://remajaislam.com/414-apa-itu-taaruf.html
Secara bahasa ta’aruf bisa bermakna ‘berkenalan’ atau ‘saling mengenal’. Asalnya berasal dari akar kata ta’aarafa. Seperti ini sudah ada dalam Al-Qur’an. Simak saja firman Allah (yang artinya),
“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu) …” (QS. Al Hujurat: 13).
Bro and sis, klik link lengkapnya yah di sini:
https://remajaislam.com/414-apa-itu-taaruf.html
“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu) …” (QS. Al Hujurat: 13).
Bro and sis, klik link lengkapnya yah di sini:
https://remajaislam.com/414-apa-itu-taaruf.html
Secara bahasa ta’aruf bisa bermakna ‘berkenalan’ atau ‘saling mengenal’. Asalnya berasal dari akar kata ta’aarafa. Seperti ini sudah ada dalam Al-Qur’an. Simak saja firman Allah (yang artinya),
“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu) …” (QS. Al Hujurat: 13).
Bro and sis, klik link lengkapnya yah di sini:
https://remajaislam.com/414-apa-itu-taaruf.html
“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu) …” (QS. Al Hujurat: 13).
Bro and sis, klik link lengkapnya yah di sini:
https://remajaislam.com/414-apa-itu-taaruf.html
Secara bahasa ta’aruf bisa bermakna ‘berkenalan’ atau ‘saling mengenal’. Asalnya berasal dari akar kata ta’aarafa. Seperti ini sudah ada dalam Al-Qur’an. Simak saja firman Allah (yang artinya),
“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu) …” (QS. Al Hujurat: 13).
Bro and sis, klik link lengkapnya yah di sini:
https://remajaislam.com/414-apa-itu-taaruf.html
“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu) …” (QS. Al Hujurat: 13).
Bro and sis, klik link lengkapnya yah di sini:
https://remajaislam.com/414-apa-itu-taaruf.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar