Senin, 13 Juli 2020

MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK BERBISNIS

Nama : ELSA ANGGIANI
Nim : E2A019344
Prodi : MANAJEMEN

"UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG"












Saat ini terdapat berbagai macam media sosial untuk bisnis. Beberapa contoh media sosial untuk bisnis diantaranya Facebook, Youtube, Blog, Instagram, Twitter, Snapchat, LINE, dan Pinterest. Mungkin beberapa dari Anda sudah memanfaatkan media sosial untuk bisnis yang sedang Anda geluti.
Kehadiran media sosial ini penting untuk meningkatkan pengunjung ke website bisnis online Anda. Di mana website Anda berfungsi sebagai media bisnis online dan media sosial berfungsi sebagai marketing channel atau kanal marketing. Sederhananya, media sosial adalah jembatan yang mengarahkan orang-orang untuk mengunjungi website toko online yang Anda jalankan.

Media Sosial adalah hal wajib bagi pemilik bisnis online untuk memanfaatkan media sosial sebagai kanal marketing. Mengingat masyarakat Indonesia memang merupakan masyarakat yang aktif di jejaring sosial.
Menurut data yang dirilis We Are Social, penggunanya di Indonesia mencapai 130 juta orang dan waktu yang dihabiskan di jejaring sosial per harinya adalah 3 jam 23 menit. Tentunya Anda tidak mau melewatkan kesempatan besar untuk mendapatkan konsumen melalui jejaring sosial yang potensial.
Dengan begitu besarnya potensi memasarkan bisnis online melalui jejaring sosial, Anda tidak dapat serta merta terjun begitu saja menggarap kanal marketing yang luas tersebut. Diperlukan strategi komunikasi yang matang agar pasar di jejaring sosial ini tergarap dengan efektif dan efisien.

Fungsi Media Sosial untuk Bisnis

Memperluas Jaringan

Media sosial merupakan salah satu cara paling efektif untuk memasarkan bisnis online Anda. Melalui media sosial, Anda dapat menjangkau lebih banyak orang untuk mengetahui produk-produk yang Anda tawarkan yang mungkin tidak dapat dijangkau dengan media iklan lain. Kesadaran akan pentingnya media sosial bagi pertumbuhan bisnis online Anda akan semakin membuka kesempatan untuk berkembang dan lebih banyak menarik konsumen.

Meningkatkan Popularitas Produk

Sediakan tempat bagi pelanggan untuk mengetahui setiap produk dan produk baru yang Anda tawarkan. Anda dapat meningkatkan kesadaran konsumen dengan memberikan penawaran-penawaran terbaik yang bisa membuat mereka tertarik dan ingin mengetahui lebih detail mengenai produk yang ditawarkan. Apalagi jika media sosial Anda memiliki banyak followers, media sosial akan menjadi cara yang paling ampuh untuk memasarkan bisnis Anda.

Dapatkan Pelanggan Baru

Selain kesadaran produk, media sosial merupakan cara paling efektif untuk mengarahkan konsumen baru ke website Anda. Arahkan konsumen baru ke halaman yang memberikan informasi-informasi yang mungkin mereka butuhkan atau cari. Anda juga dapat memberikan promo-promo khusus bagi konsumen baru misalnya saat mereka mendaftar newsletter. Tentunya dengan semakin banyak konsumen baru yang berpotensi menjadi konsumen loyal, maka bisnis Anda juga akan semakin berkembang.

Meningkatkan Pengunjung Website dan Peringkat Search Engine

Jika Anda menjalankan bisnis online, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pengunjung website dan peringkat pada search engine. Sosial media dapat membantu meningkatkan peringkat di search engine dengan meningkatkan traffic dan backlink yang mengarah ke website Anda. Jika informasi yang Anda berikan melalui sosial media dianggap penting oleh pengunjung, mereka akan membagikan informasi tersebut ke sosial media mereka sendiri dan tentu saja ini akan berguna untuk meningkatkan traffic website Anda.

Menjaga Hubungan Baik dan Kepuasan Pelanggan

Setelah konsumen membeli produk Anda, pelayanan yang Anda berikan tidak hanya sampai pada saat konsumen membayar. Namun Anda tetap harus memberikan pelayanan setelah pembelian produk dengan memberikan tanggapan terhadap kritik dan saran yang mereka sampaikan serta berikan solusi terbaik bagi permasalahan yang mereka hadapi. Dengan baiknya penanganan terhadap konsumen, akan tercipta juga hubungan yang baik antara Anda dan pelanggan.


Mungkin bagi para bisnis pemula tentu masih bingung bagaimana menggunakan media sosial untuk promosi bisnis. Padahal caranya sangatlah mudah dan tentu saja semua orang bisa melakukannya.
  1. Anda tinggal memilih media sosial jenis apa yang ingin digunakan, dari sekian banyak media sosial ada yang bersifat "public" atau umum sehingga bisa dilihat dan digunakan siapapun. Ada yang bersifat privasi.
  2. Selanjutnya pilih produk yang ingin dipromosikan, atau misalnya ingin seluruh perusahaan yang Anda promosikan maka siapkan bahan promosi seperti produk unggulan, keunggulan usaha, harga, persaingan, kelebihan dan hal lain yang dianggap membanggakan usaha.
  3. Jika sudah pilihlah satu atau dua orang yang ahli dibidang IT atau telekomunikasi di media sosial. Anda bisa memilih karyawan atau jika Anda ahli maka bisa melakukannya sendiri. Setelah itu buat flow bagaimana usaha Anda mau dipromosikan.
  4. Apabila rencana sudah diketahui dan sudah dibuat, bisa langsung mengerjakannya di media sosial dan juga mempromosikan selayaknya katalog hidup yang bisa diakses dimanapun berada.

Mengenal Ta'aruf untuk kaum Remaja

Nama : Elsa Anggiani
Nim : E2A019344
Prodi : Manajemen

"Universitas Muhammadiyah Semarang"














Apa itu Ta'aruf ?

Taaruf adalah sebuah proses perkenalan. Jadi taaruf bukanlah suatu proses menuju ke arah pernikahan, namun taaruf bisa dilakukan di kantor, sekolah, atau dalam komunitas. Tapi banyak orang sudah menganggap bahwa taaruf adalah sebuah proses menuju ke arah pernikahan, dan sebelum melakukan pernikahan ada baiknya untuk melakukan kegiatan taaruf atau perkenalan untuk calon pasangan. Harapannya agar ditemukan kecocokan antar calon pasangan untuk membangun kehidupan berumah tangga nantinya. Di dalam proses perkenalan tersebut tetap dibatasi oleh kaidah-kaidah yang ada dalam agama Islam.

Perintah taaruf terdapat dalam Al Quran, yaitu firman Allah dalam (Q.S. Al Hujarat: 13). Sedangkan pacaran tidak diperintahkan dalam Al Quran, melainkan dilarang dalam agama Islam karena dapat berdampak buruk dan melanggar norma-norma yang ada.

Taaruf memiliki banyak batasan-batasan yang diatur dalam Al Quran dan Hadist, kaidah tersebut sudah ditetapkan dalam agama, jadi tidak dapat dirubah maupun dilanggar. Berbeda dengan pacaran yang tidak memiliki aturan yang tegas dalam mengatur kegiatan pacaran. Dalam pacaran aturan ditetapkan sendiri atau tergantung dari pelaku pacaran tersebut.

Kebanyakan Remaja pada era saat ini lebih suka mendengar kata ta'aruf karena memiliki arti sebuah proses menuju ke pernikanan. Itu membuat kalangan para remaja sering baper dengan kata taaruf. Taaruf juga sudah dianggap jalan yang sakral atau suci untuk mewujudkan sebuah proses menuju pernikahan yang sesuai dengan syariat agama yang telah ada. Jadi untuk kalian sekarang ini, pasti sudah tahukan mana yang lebih baik untuk diri kalian sendiri, ingat sampai salah pilih.

Remaja zaman now berbeda. Banyak yang sudah mengenal istilah khazanah islam termasuk istilah seputar pergaulan laki-laki dan perempuan. Mereka sudah mengenal istilah taaruf, khitbah dan nikah. Ada remaja yang tidak mau berpacaran. Mereka ingin bertaaruf saja karena belum siap menikah. Masih sekolah jadi salah satu alasan. Bila sudah begini, apakah mereka harus memaksakan diri untuk bertaaruf? Nah, disinilah pentingnya remaja memahami aturan pergaulan islam.
Agar remaja tidak terjebak ngobrol taaruf padahal belum siap menikah, alangkah baiknya remaja menyibukkan diri dengan mengkaji islam. Dengan bekal ilmu islam, remaja akan paham hukum syara, termasuk seputar pergaulan laki-laki dan perempuan.

Berikut Proses Ta'aruf :

1. Membuat Proposal
Proposal ini berisikan cerita mengenai diri sendiri, prinsip hidup yang dijalankan, kriteria apa yang dibutuhkan dari pasangan, dan hal lainnya. Nantinya, proposal ini ditukarkan dengan orang yang ingin berta’aruf juga.
2. Mencari calon pasangan dan bertemu lewat mediator
Mencari pasangan dapat dilakukan lewat saudara, teman, ataupun keluarga, atau biro jodoh di masjid. Nantinya, mereka juga yang akan menjadi mediator saat kedua belah pihak bertemu. 
Saat bertemu, kedua pihak sebaiknya bertanya berbagai macam hal untuk mengetahui pribadi masing-masing. Seperti apakah bisa memasak? Pekerjaan saat ini apa? Atau ingin tinggal di mana nantinya setelah menikah?
Hal tersebut diperlukan agar kedua bisa memutuskan untuk melanjutkan ta’aruf atau tidak.
3. Salat istikharah
Setelah bertemu, keduanya dianjurkan untuk shalat istikharah agar tidak ada keraguan. Berdoa sekhusyuknya saat salat istikharah untuk mendapatkan petunjuk dari Allah.
Jika setelah salat istikharah keduanya mantap dan tidak ada keraguan, maka ta’aruf bisa dilanjutkan.
4. Khitbah atau peminangan
Sebelum menikah, pihak laki-laki baiknya meminang pihak perempuan terlebih dahulu. Acara peminangan ini tidak perlu diadakan secara meriah.




Secara bahasa ta’aruf bisa bermakna ‘berkenalan’ atau ‘saling mengenal’. Asalnya berasal dari akar kata ta’aarafa. Seperti ini sudah ada dalam Al-Qur’an. Simak saja firman Allah (yang artinya),
“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu) …” (QS. Al Hujurat: 13).


Bro and sis, klik link lengkapnya yah di sini:
https://remajaislam.com/414-apa-itu-taaruf.html
Secara bahasa ta’aruf bisa bermakna ‘berkenalan’ atau ‘saling mengenal’. Asalnya berasal dari akar kata ta’aarafa. Seperti ini sudah ada dalam Al-Qur’an. Simak saja firman Allah (yang artinya),
“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu) …” (QS. Al Hujurat: 13).


Bro and sis, klik link lengkapnya yah di sini:
https://remajaislam.com/414-apa-itu-taaruf.html
Secara bahasa ta’aruf bisa bermakna ‘berkenalan’ atau ‘saling mengenal’. Asalnya berasal dari akar kata ta’aarafa. Seperti ini sudah ada dalam Al-Qur’an. Simak saja firman Allah (yang artinya),
“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu) …” (QS. Al Hujurat: 13).


Bro and sis, klik link lengkapnya yah di sini:
https://remajaislam.com/414-apa-itu-taaruf.html
Secara bahasa ta’aruf bisa bermakna ‘berkenalan’ atau ‘saling mengenal’. Asalnya berasal dari akar kata ta’aarafa. Seperti ini sudah ada dalam Al-Qur’an. Simak saja firman Allah (yang artinya),
“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu) …” (QS. Al Hujurat: 13).


Bro and sis, klik link lengkapnya yah di sini:
https://remajaislam.com/414-apa-itu-taaruf.html

Upaya Pencegahan Covid19 bagi mahasiswa

Nama : Elsa Anggiani
Nim : E2A019344
Prodi : Manajemen

"Universitas Muhammadiyah Semarang"
















Langkah-Langkah yang harus di terapkan bagi mahasiswa :
  1. Pola hidup yang sehat
  2. Menjaga imunitas yang ada di dalam tubuh untuk tetap stabil
  3. Hindari berkerumunan antar teman (misal nongkrong untuk hal yang tidak penting)
  4. Budayakan hidup bersih dengan mencuci tangan sebelum dam setelah melakukan aktivitas diluar rumah
  5. Selalu sedia hand sanitizer 
  6. Memakai masker saat hendak berpergian
HADIRNYA media sosial seperti facebook, instagram, line, whatsaap membuat kita lebih mudah mendapatkan informasi ketimbang dari media cetak seperti Koran dan majalah. Namun kemudahan yang kita peroleh ternyata membawa dampak yang serius. Media sosial ternyata menjadi tempat yang sumbur tumbuhnya Hoax.
Hoax atau berita bohong bukan lagi menjadi kata-kata yang janggal untuk kita dengar. Baik di media sosial atau ditengah-tengah masyarakat tak jarang kita melihat poster dengan tulisan anti hoax. Bahkan oleh badan pemerintahan kerap mengadakan diskusi public atau seminar umum untuk mencegah menjamurnya penyebaran hoax.
Hoax merupakan berita bohong yang merugikan orang lain. Hal itu disebabkan informasi tersebut dapat menilai seseorang secara sepihak tanpa mengetahui kebenarannya. Dilansir dari situs Wikipedia berita palsu atau berita bohong atau hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya.

Disinilah sesungguhnya peran seorang mahasiswa sebagai kaum terpelajar dengan tidak mudah tergiring oleh opini yang beredar di media sosial. Tidak mudah percaya pada informasi yang sedang diperbincangkan di masyarakat. Sebab mahasiswa memiliki sikap kritis dalam melihat setiap persoalan yang terjadi di sekelilingnya. Tidak boleh apatis atau menerima apa adanya tanpa menganalisis, menelaah terlebih dahulu setiap berita yang dikonsumsinya.
Sudah menjadi kewajiban besar mahasiswa dalam membawa masyarakat menuju perubahan kearah yang lebih baik. Dalam Menjaga kenyamanan masyarakat terkait maraknya hoax virus tersebut ada beberapa hal yang perlu mahasiswa lakukan.
Pertama ialah bijak dalam memanfaatkan internet. Gunakanlah internet secukupnya saja. Melihat begaimana media sosial saat ini menjadi ladang subur tumbuhnya hoax, maka untuk mencegah peluang besar kita terpengaruh sebaiknya membatasinya dengan kegiatan yang lebih positif, seperti membaca buku dan sebagainya.
Kedua adalah membudayakan membaca yang baik dan benar. Agar mendapatkan inti sari dari sebuah berita, kita dituntut teliti memahami keseluruhan teks tersebut. Maka jangan membaca hanya sepenggal tetapi secara utuh mulai dari judul sampai kalimat akhir. Supaya tidak mudah terpedaya oleh judul-judul berita yang isinya bisa jadi merupakan profokasi.
Ketiga ialah jangan menyebarluaskan konten hoax. Jangan mudah tergoda untuk membagikan tautan. Saat ini ada pemerintah telah mengeluarkan UU ITE pasal 28 ayat 1 yang bisa menjerat siapa saja yang ikut menyebar luaskan konten hoax.
Jadi bukan hanya pelaku pembuat tetapi dapat menjerat pelaku penyebar hoax. Saat berita tersebut terlihat mencurigakan, tidak jelas, tidak logis dan tidak dapat dipertanggungjawabkan maka segera laporkan kepada pihak yang berwajib. Dengan begitu, kemungkinan orang-orang di sekitar kita untuk terpapar hoax akan lebih kecil.
Bahaya betul jika seorang mahasiswa malah ikut-ikutan dalam menyebarluaskan sebuah hoax. Oleh karena itu mahasiswa harus benar-benar menjadi filter ditengah-tengah masyarakat. Memberikan informasi yang kredibel bagi masyarakat. Menjadi tameng dalam menjegah hoax corona yang mencoba merusak ketertiban masyarakat Indonesia.
Disinilah mahasisiwa sebagai agen perubahan dan sebagai agen control sosial masyarakat dapat memberikan suasana disiplin, aman, tentram ditengah maraknya hoax corona. Demi membantu mewujudkan Negara Indonesia yang lebih baik lagi.